Kamis, 23 Februari 2017

HSFCB Road To Rancabuaya




salam satu aspal
Mantaaap, luaaar biasaaaa, dashyat touring santai HSFCB pada tanggal 18-19 Februari 2017
itu ungkapan awal yang dikeluarkan dari otak , mengenai touring kali ini, knapaaa..? oke lets stars your Engine....
touring santai kali ini merupakan touring perdana kepengurusan HSFCB yang baru terbentuk setelah MUBES ke IV pada tanggal 22 Januari 2017
informasi touring santai ini sudah kami dengar sebelumnya kurang lebih 1 bulan kebelakang.
agenda touring HSFCB kali ini dengan tujuan Rancabuaya, dimana rancabuaya ? ni ini disini
Dan touring kali ini bagi saya pribadi agak sedikit berbeda dengan sebelumnya karena touring kali ini saya tidak menggunakan tunggangan kesayangan, namun menggunakan motor pinjaman milik dari member HSFCB 001, its oke berhubung motor #075 saat ini sedang berada di Pulau dewata, dan untuk dapat mengikuti serta menghadiri touring kali ini #075 harus berjibaku dengan waktu, pekerjaan, keluarga dan jarak yang harus ditempuh ( Bali-Bandung-Bali-Bandung walau nailk pesawat tetep we cape) namun rasa lelah dan rasa cape terbayar dengan menikmati perjalan touring santai HSFCB ini,

selain merupakan jadwal rutin yang dikeluarkan oleh Pengurus HSFCB, touring kali ini pun merupakan agenda Fun,dan pengurus kembali menginformasikan tentang agenda tersebut via media social Whatsapp, antusiasme rekan rekan HSFCB untuk mengikuti touring ini cukup jempoler, karena yang daftar megikuti touring kali ini melibatkan hampIr semua angkatan dari angkatan satu sampai  angkatan VII berikut caang, suNgguh luar biasa (walaupun ada beberapa rekan yang terpaksa tidak dapat menghadiri agenda touring kali ini karena satu hal yang tidak dapat ditinggalkan) ok next session will be better bradah...
sumber Pribadi
diputuskan untuk engine on sekitar pukul 07.00 WIB pagi hari dan tikum/titik kumpul dikonsentrasikan di sebuah mini market di jalan raya BANJARAN, tepat pukul 07.00 WIB beberapa member dan pengurus sudah merapat di titik kumpul, satu persatu bikers berdatangan menuju titik kumpul biasa WIB Waktu Indonesia bagian Bikers, ngaret sudah menjadi hal yang lumrah hahahaha termasuk #075 salah satu peserta yang terlambat datang itu pun setelah dijemput dan dibangunkan oleh #076 .. mungkin lelah setelah menempuh perjalanan dan terkontaminasi TURBULENSI pesawat begitu landing di bandung sekitar pukul 21.00 WIB dilanjut gudar gedor mencari motor, alhamdulilah ada banyak tawaran motor yang diberikan oleh member HSFCB, I pround of you Guys, akhirnya baru nyampe rumah dan istirahat sekitar pukul 02.30 WIB, dan terbangun karena dibangunin #076 sekitar pukul 06.00 WIB,..bla bla bla dan sampai di TIKUM sekitar pukul 08.00 WIB soriiiiiiii ya guys hehehe
sumber Pribadi
sumber Pribadi
Ritual Narsis sebelum berangkat
 tepat pukul 08.30 WIB kami prepare setelah Instruksi dari ketum dan #004 di lanjut #020....lets Engine on bradah dengan posisi RC langsung oleh #020 lets get rock n roll on your street bro, setelah menempuh kurang lebih 2km akhirnya kami bertemu dengan rombongan pertama yang sudah jalan duluan dan menunggu rombongan kami (seharusnya sich satu rombongan maklum ada yang kesiangan hehe maaf ya TUM !! ) selang 10 menit kemudian kami semua memulai perjalan kali ini menuju Rancabuaya
sumber kang Tio #035
 rute yang akan kami lalui adalah
Bandung - Pengalengan - Cisewu - Rancabuaya
Pantai Rancabuaya dapat ditempuh melalui rute Bandung - Pengalengan - Cisewu - Rancabuaya. Jalan pegunungan berkelok yang cukup mulus, jenis aspal siram dengan lebar jalan (4 meter). Pemandangan kiri kanan jalan enak utk dinikmati. Kondisi jalan sedikit menantang karena sebagian besar berada di tepi gunung, degan bahu jalannya yang sempit untuk berpapasan atau untuk parkir menepi. Ada sedikit longsoran di beberapa tempat, tapi tak begitu banyak. Secara kesuluruhan jalan cukup baik yg bisa dilewati karena pendeknya belokan, dan tanjakan nya yang cukup unik, rata2 kecepatan hanya 20-30 km/jam saja.

Pit Stop pertama (sasak geulis)
sumber pribadi
sumber pribadi
Pit Stop  ke DUA Jembatan CILAYU (Jl pangalegan-cileunca)
sumber pribadi
sumber pribadi
Perjalanan kami lanjutkan dengan rute yang normal begitu memasuki CISEWU  tiba tiba turun hujan yang cukup deras sehingga kami kembali masuk pit stop
 Pit Stop ke TIGA (Cilayu )

sumber pribadi
sumber pribadi
setelah dirasa cukup maka kami segera bergegas melanjutkan perjalanan menuju rancabuaya, tepat pukul 13.45 WIB kami tiba di Villa Negla Rancabuaya..akhiirnya bisa bernafas lega dengan membuka helm, syal , jaket, sepatu dan akhirnya kita makan siang bersama
sumber pribadi
sumber pribadi
Namun sayang #071 tidak dapat menginap dengan alasan boncengernya belum bisa dibawa nginap  hmmmmmmmm,  semakin curiga saja ini… tapi okelah semoga dilancarkan perjalanannya sampai pelaminan  #upssss,  Setelah asik menikmati nyamannya villa beberapa rekan banyak yang di cemplungin ke kolam di tengah area komplek villa tersebut termsuk Ketum pun di cemplungin hahaha
luar biasa,
sumber WA group HSFCB
sumber WA group HSFCB
sumber WA group HSFCB
dan sekitar pukul 15.00 WIB Saya dapat informasi bahwa #050 telah sampai racabuaya namun belok dulu sebentar sekedar untuk beli balabala
tanpa terasa waktu sudah mulai malam, setelah makan malam dilanjut malam pengakraban dengan sambutan dari Ketum, serta sepatah duapatah kata dari beberapa Member,
sumber pribadi
sumber pribadi, perhatikan dengan seksama adakah yang ganjil ?
yang kemudian dilanjut dengan api unggun semakin terasa kebersamaan diantara kita
 
sumber pribadi
tak terasa waktu sudah menunjukan pukul 23.30WIB mari kita istirahat
namun tepat pukul 24.00 WIB  #075 dan #050 menyemplungkan diri kekolam renang sekedar rehat dan menikmati malam yang cerah di rancabuaya dan ternyata di ikuti juga ikut berenang #060, #089, dan beberapa caang ..

sumber pribadi
sumber pribadi
raja pantai selatan dari banjaran
seru seru.. dimana setelah berenang dilanjut maen kartu remi hingga adzan shubuh berkumandang. Sangat disayangkan #063 harus menjadi RT dipermainan ini hahaha


HARI KEDUA

Pagi hari diisi dengan hiburan ringan
setelah selesai dilanjut sarapan pagi, dan prepare OTW balik Bandung dengan rute yang sama dengan keberangkatan 

sumber pribadi
sumber pribadi
namun sebelumnya kami menyempatkan terlebih dahulu foto bersama di pinggir pantai
sumber pribadi
sumber pribadi
sumber pribadi

setelah puas foto foto, dan air laut sudah mulai naik maka kami bergegas meninggalkan pantai walau bari ripuh da pada ngabeubus ban motor di pasir laut lebih kasihan lagi #010 motor ditinggal di jalur masuk dan kami pulang melewati jalur yang berbeda tobaaaaaat hampura nya kang, setelah peserta lengkap kembali kami engine on rock n roll hingga sampai pada pit stop 

Fit stop alun alun Talegong
sumber WA group HSFCB
Sambil menunggu motor yang trouble kami manfaatkan untuk melepas lelah, sekitar pukul 02.00 wib kami kembali engine on dengan menembus kabut yang mulai turun sepanjang perjalan hingga pangalengan, .. akhirya kami sampai di sebua minimarket tempat tikum terakhir, setelah dicek oleh pengurus kelengkapan peserta maka peserta diperbolehkan pulang kerumah masing, 
Pit stop terakhir
sumber pribadi
sumber pribadi
begitupun #075 pulang sendiri menuju arah Timur namun tersesat di area jalan RS AlIksan, untung Ketum  kelihatan meluncur segera diikuti dan akhirya menemukan jalan yang benar hahaha…
sungguh pengalaman yang sangat luar biasa touring, adventure, cornering, dan Funnya , terimakasih HSFCB, terimakasih my StreetFire,

see u in next Trip.... COMPACTNESS FOR BROTHERHOOD








Senin, 14 Maret 2016

me-Nyepi.....

Sumber Pribadi


Tidak terasa sekarang sudah masuk 3 tahun 5 bulan saya stay di Kuta Bali ada sesuatu yang mungkin sedikit unik bagi saya pribadi ketika memasuki hari raya suci Nyepi, bagi umat Hindu, NYEPI pada dasarnya merupakan pergantian Tahun Saka (Isakawarsa), Nyepi pada 28 Maret 2017 tahun ini resmi memasuki Tahun Saka 1939.

Namun, lebih dari sekadar perayaan pergantian tahun, Nyepi juga merupakan hari raya yang disucikan bagi umat Hindu, khususnya bagi hampir tiga juta penganutnya di Bali.
Guna menyambut Nyepi, dilangsungkan beberapa ritual, seperti Melasti, Tawur Kesanga, dan Upacara Yoga Samadhi dengan empat pantangan wajib, yakni amati geni atau berpantang menyalakan api, amati karya atau menghentikan aktivitas kerja, dan amati lelanguan atau berpantang menghibur diri dan tidak menikmati kesenangan hedonisme, serta amati lelungan atau pantang bepergian.

sehari sebelum Nyepi seperti biasa umat Hindu di Bali akan mengarak Ogoh Ogoh (patung raksasa mewakili setan)
Sumber Pribadi
 Jika dilihat dari aspek tertentu ogoh-ogoh memiliki beberapa definisi, bagi orang awam ogoh–ogoh adalah boneka raksasa yang diarak keliling desa pada saat menjelang malam sebelum hari raya nyepi (ngerupukan) yang diiringi dengan gamelan bali yang disebut BLEGANJUR , kemudian untuk dibakar. Menurut Wilkipedia bahasa Indonesia,”Ogoh-ogoh adalah seni patung dalam kebudayaan bali yang menggambarkan kepribadian Bhuta Khala,” Bhuta berarti waktu yang tidak terukur,sedangkan Khala berarti kekuatan.dari arti kata diatas maka para cendekiawan hindu dharma mengambil kesimpulan bahwa proses perayaan Ogoh-ogoh melambangkan keinsyafan manusia akan kekuatan alam semesta, dan waktu yang maha dasyat, kekuatan itu dapat dibagi dua, pertama kekuatan bhuana agung, yang artinya kekuatan alam raya, dan kedua adalah kekuatan Bhuana alit yang berarti kekuatan dalam diri manusia. kedua kekuatan ini dapat digunakan untuk menghancurkan atau membuat dunia bertambah indah.

Dan sehari setelah Tahun Baru Saka, dilangsungkan acara Ngembak Geni.
Ditinjau dari etimologi, Ngembak berasal dari bahasa setempat yang memiliki makna “bebas” dan Geni artinya ialah api. Sehingga “Ngembak Geni” bermakna bebas dalam menyalakan api. Dalam artian yang lebih luasnya, Ngembak Geni berarti terbebas dan dipersilahkan kembali untuk melakukan berbagai macam aktifitas seperti sedia kala. Hal ini dimaksudkan karena ketika Upacara Nyepi dilakukan seluruh aktifitas masyarakat Hindu dihentikan dan baru diperbolehkan untuk aktifitas kembali setelah hari raya besar itu selesai.

Segenap keluarga keluar dari rumah masing-masing dan bermaaf-maafan dengan tetangga dan kerabat dalam suasana jiwa dan raga yang telah bersih. Dalam rangkaian ritual Nyepi tersebut, kita bisa melihat betapa umat Hindu berusaha melakukan introspeksi dan penyucian diri serta pertobatan agar terhindar dari kuasa kejahatan.

Dengan jiwa raga yang suci, umat Hindu mencoba menjaga harmoni dengan Sang Pencipta dan alam semesta (semua makhluk hidup seperti manusia, hewan, dan tanaman).
Sumber Pribadi
Dengan demikian, Nyepi berusaha menjaga keseimbangan, mengupayakan harmoni, dan memberi kontribusi positif bagi semesta., Berbicara tentang kontribusi umat hindu, sudah pasti kita harus mengapresiasi apa yang telah mereka lakukan.,Provinsi Bali, misalnya jelas sudah mengharumkan nama Indonesia dalam tata pergaulan dunia, berkat pariwisata dan warisan kultural mereka. Tanpa Bali, jelas ada lubang dalam mozaik Indonesia.

Tanpa Bali, Indonesia yang amat majemuk ini pasti terasa kurang lengkap. Bali telah memperkaya khazanah kebinekaan kita.Meski sebagian besar kita tidak merayakan Nyepi, seiring Nyepi, kita bisa ikut menjaga dan merawat kemajemukan kita sesuai slogan atau moto, Bhinneka Tunggal Ika (Berbeda-beda, tetapi tetap satu).Slogan itu diambil dari Kakawin Sutasoma karya Empu Tantular (1380, yang lengkapnya tertulis, "Bhinneka tunggal ika, tan hana dharma mangrwa" (Berbeda-beda cara beragama, tetapi semuanya satu dalam kebenaran tertinggi).Masa depan dan kemajuan Indonesia sangat ditentukan sejauh mana para warganya masih mampu menghargai kemajemukan dan menyikapi perbedaan.

Presiden Pertama RI Bung Karno pernah bertanya kepada sejarawan UGM Prof Slamet Muljana, "Kira-kira penghambat terbesar apakah yang paling merintangi Indonesia untuk menjadi negara maju?". Sejarawan kelahiran Yogyakarta 21 Maret 1929 itu menjawab, "Penghambat terbesar itu adalah adanya ideologi atau keyakinan yang anti kebinekaan."Tidak mengherankan jika para pendiri bangsa ini begitu menggarisbawahi pentingnya moto Bhinneka Tunggal Ika yang berangkat dari kenyataan kemajemukan negeri ini Kebinekaan Indonesia terlihat nyata dalam ras, etnik, agama, kepercayaan, warna kulit, bahasa, dan tradisi. Semua bentuk kebinekaan itu menjadi modal sosial yang amat penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Kebinekaan agama dan kepercayaan sangat mudah dijumpai di masyarakat. Masyarakat terdiri dari beragam penganut agama. Tidak mengherankan dalam hukum positif kita, sampai tertuang jaminan akan kebinekaan dan kebebasan bagi setiap warga bangsa untuk meyakini atau memeluk agama yang dipilih serta menghargai pilihan orang lain.

Menurut Pasal 1 ayat (3) UUD 1945 perubahan ketiga, negara Indonesia adalah negara hukum. 
Pasal 28E ayat (1) menegaskan bahwa setiap orang bebas memeluk agama dan beribadat menurut agamanya. Hak kebebasan beragama dijamin dalam Pasal 29 ayat (2) UUD 1945 yang menyatakan, "Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu." Hak beragama diakui sebagai hak yang tidak dapat dikurangi dalam keadaan apa pun berdasarkan Pasal 28I ayat (1) UUD 1945. Konsekuensi dari adanya jaminan tersebut, setiap orang wajib menghormati kebebasan beragama orang lain (Pasal 28J ayat (1) UUD 1945). Di sisi lain, negara bertanggung jawab untuk melindungi, memajukan, dan memenuhi kebebasan beragama sebagai hak asasi manusia (Pasal 28I ayat (4) UUD 1945). Negara juga harus menjamin bahwa seseorang tidak diperlakukan secara diskriminatif atas dasar agama yang diyakini dan ibadat yang dijalankannya (Pasal 28I ayat (2) UUD 1945).
Sumber Pribadi

Karena itulah, demi cita-cita meraih kemajuan bangsa, kita harus pandai mengelola kebinekaan dengan sedini mungkin mematikan benih-benih intoleransi dan terus menggiatkan semangat membangun dialog dan toleransi yang jujur., Dialog di sini jelas bukan untuk membicarakan ajaran dasar, dogma, atau akidah keimanan., Dialog di sini lebih merupakan upaya untuk bertemu, menyapa dalam perjumpaan yang hangat, dan saling menghargai, serta mendiskusikan berbagai macam isu kebangsaan dan kemanusiaan., Lewat perjumpaan seperti itu, kita berharap ke depan jangan ada lagi penganut agama apa pun di negeri ini yang disudutkan.

Rumah NKRI harus menjadi rumah nyaman bagi setiap warganya sehingga tiap-tiap umat bisa berpartisipasi untuk memberikan kontribusi terbaik, Maka setiap pemeluk agama perlu terus didorong mengupayakan dialog, kerja sama, dan segala bentuk interaksi positif, bukan menyandera agama sebagai kekuatan pemecah belah dan anti kebinekaan karena kita tinggal dalam satu bumi yang sama yang diciptakan Satu Pencipta., Dialog itu harus jujur. Perlu dijauhkan pemikiran seolah 'semua agama sama saja, tanpa ada perbedaan sama sekali, Namun kita juga jangan jatuh dalam semangat memutlakkan perbedaan.

Tujuan dari dialog ini ialah untuk mengembangkan saling pengertian dan menjaga agar semangat keindonesiaan kita tidak melapuk.

Dalam hal ini, mari kita belajar dari Bali.

Ada beberapa hal unik selama saya beradaptasi dengan lingkungan kuta ini mulai dari bahasa, 35% menggunakan bahasa inggris dan 50% bahasa daerah 25% bahasa Indonesia (khususnya dilingkungan kantor 50% bahasa inggris dan 50% bahasa Indonesia), factor lingkungan sangat besar berpengaruh kepada gaya hidup orang orang disini

Saya sangat menikmati adaptasi ini walaupun kadang agak sering juga bertanya kepada orang orang pribumi mengenai berbagai macam ritual keagamaan yang mereka lakukan karena hampir setiap minggu ada upacara keagamaan..
Sumber Pribadi
Lumayan kaget juga ketika masuk kebeberapa mini market seperti Super**** dan al**** ternyata mereka telah memiliki izin menjual minuman beralkohol apalagi cir***K, yang membuat saya salut walaupun demikian tingkat kriminalitas di KUTA khususnya dan BADUNG pada umumnya, selama saya stay belum pernah terjadi apa itu perkelahian, perampokan, pelecehan maupun perbuatan criminal lainnya, padahal tingkat kunjungan turis local maupun internasional yang datang ke KUTA dan Badung setiap harinya selalu berbeda dan bertambah menurut data pariwisata di central informasi Legian ( perhari mencapai 2000 orang turis Internasional dan 500 orang turis lokal ) sungguh saluut. Bisa dibayangkan berapa omset APBD yang diperoleh oleh kabupaten Badung ini ( kabupaten badung merupakan kabupaten terkaya di pulau Bali dan wilayah yang masuk kabupaten Badung adalah Kuta, pantai Kuta, Legian, Seminyak, Jimbaran, Sunset road, uluwatu, pantai Pandawa, Nusa dua, tanjung Benoa, Blue Point, termasuk bandara Internasional Ngurah Rai merupakan asset yang masuk kepada wilayah kabupaten BADUNG )

Terciptanya keamanan yang terjamin ini tidak terlepas dari peran serta para tetua adat yang melibatkan para PECALANG (keamanan adat) yang memiliki hak khusus dimana kadang kala keamanan nasional seperti polisi dan tentarapun akan patuh pada pecalang saat digelarnya sebuah acara ritual keagamaan, dan yang bikin salut lagi masyarakat Bali sangat taat dan patuh pada aturan adat, ini yang membedakan dengan kota kota lain di Indonesia

Hiruk pikuk kuta dan legian tidak pernah mati, dentum suara musik dari berbagai bar, pub saling sahut sahutan kehidupan yang tidak pernah mati, ditambah deburan ombak pantai kuta yang menawan,

Di provinsi ini yang mayoritas Hindu, komunitas Katolik di Palasari atau umat Islam di Kuta Blambangan Kuta Bakung sari dan di Singaraja Bali Utara, bertahun tahun hidup damai dengan mayoritas Hindu. Itulah kontribusi Bali dan umat Hindu yang layak kita teladani demi menjaga Indonesia.

Sudah saatnya kita tidak terus diganggu masalah berbau SARA (suku, agama, ras, dan Adat ), tetapi fokus pada upaya meraih kemajuan bangsa dan kesejahteraan para warganya.


Adi Lelucky
Love Peace & Harmony
dari Bandung ke Badung dari Jabar ke Bali


Sabtu, 14 Maret 2015

HSFCB Roads to Jamnas Yogyakarta


Salam satu aspal

yess kembali kami ngeGass lagi nech !!, tujuan kita kali ini adalah  adalah kota Gudeg Daerah Istimewa Yogyakarta, mantaaaap benar benar istimewa touring kali ini knapa istimewa, karena kami akan menghadiri Jambore Nasional Honda Street Fire untuk yang pertama kalinya, okee mari kita bersama sukseskan JAMNAS 2015 di Yogyakarta. (31 Februari 2015 )

kami berangkat dari Bandung sekitar pukul 22.30 WIB, 
namun sebetulnya agenda Engine on adalah pukul 20.00 WIB karena kebiasan ya sudah ngaret dan baru benar benar engine on sekitar pukul 22.30 WIB
prepare keberangkatan
prepare keberangkatan

 dan dengan rute perjalanan sebagai berikut,
Bandung-Cileunyi-Rancaekek-Cicalengka-Limbangan-Malangbong-Ciawi-Rajapolah-Ciamis-Banjar-Patroman-Majenang-Wangon-Rawalo-Buntu-Gombong-Kebumen-Kutoarjo-Purworedjo-Wates-Yogya
karena jalur rute yang akan dilewati melewati arah kawasan timur Bandung maka #075 menunggu di jalur yang akan dilalui dan sudah nongkrong dipinggir jalan dari sejak pukul 19.30 WIB karena jadwal yang ngareet yaa sudah pulang lagi ke rumah ngopi dulu bahkan kembali tiduran akhirnya pukul 23.30 WIB mendapatkan informasi dari #050 dan #064 bahwa rombongan akan segera Engine on, oke langsung mandi lagi karena keburu ketiduran tadi menunggu yang begitu lama hahaha, lima menit kemudian saya sudah nongkrong kembali dipinggir jalan menunggu rombongan dan tidak beberapa lama kemudian rombongan pun meluncur langsung saja gass poll dan masuk barisan paling belakang didampingi #001 dan #005, begitu memasuki daerah kawasan cibiru #075 hampir saja bersenggolan dengan pengguna jalan lain yang menyebrang tanpa menggunakan lampu sein dan lampu utama yg mati... paraah ini bapak bapak yang ternyata seorang ojegers yang "rusuh" karena rebutan penumpang... rezeki g akan ketuker pa sabaar dan hati hati jangan sampai mencelakai diri sendiri dan orang lain pa...

seperti biasa RC dipegang #064 hahahaha teu jadi euy nu rek popotoan di tengah jalan geuningan malah ngaRC an, mantaaaaap bro..lanjuuuuut, udara malam yang cerah kami tembus walau dingin menyelimuti tanpa terasa kami sudah masuk pitStop di daerah Rajapolah, sejenak kami rest untuk sekedar ngopi menghilangkan rasa kantuk dan waktu sudah menunjukan sekitar pukul 23.57 WIB.

tepat pukul 00.30 WIB kembali kami engine on, saat memulai perjalanan, sedikit perubahan perubahan posisi #075 merapat ke depan tepat dibelakang #064 perjalanan malam ini sungguh begitu indah dengan ditemani cahaya rembulan menembus celah celah helm kami yang berbias dengan cahaya lampu, tidak terasa kami sudah memasuki perbatasan JawaBarat dan JawaTengah serta kabut sudah mulai turun sayang jalanan di wilayah Patroman kurang bagus sehingga kami harus extra konsentrasi, selain memilah jalanan yang belubang, ditambah kabut serta rasa lelah yg mulai menyerang banyak diantara kami yg terjebak dengan lobang lobang jalanan tersebut,


setelah kurang lebih 2 km  mekikis jalanan tersebut, kami kembali masuk PitStop untuk pengisian BBM beberapa kuda besi rekan kami, 10 menit kemudian kami engineOn, lanjuuuut dan disini mulailah kami memasuki sirkuit Majenang Island, Gasspoool jalan provinsi di Majenang ini  saluuuut kami acungkan jempol selain jalanan yang mulus namun marka jalan dan rambu rambu terlihat dan terpasang dengan jelas ditambah tikungan tikungan yang sangat dasyat jadi sangat wajar saat #064 memacu kuda besinya dan diikuti oleh #075 dan ternyata rombongan dibelakang kamipun melakukan hal yang sama tepat dibelakang #075 ternyata #063 yang dengan full power memacu kendaraan yang secara otomatis memacu ADRENALIN, kami lihat di speedometer sudah pada digit 107 km/hour CORNERRING Agaiin ..akhirnya kami sampai pada titik Finish Majenang Island ini dan yang paling penting karena memicu adrenalin rasa kantuk dan lelah pun hilang yang ada adalah gelak tawa dan canda hahahahaha mantaaab manteman ( sampai sampai kuda besi bikers #076 plat nomor depan Nyengsol) itupun diketahui oleh #064,  brow Corneringnya mantap abis nya sampai plat nomor ikut miring hahahaah dan baru sadarlah dia ...kacauuuuu, dont try this at publick street !!!!
setelah memacu Adrenalin dengan cornering dan full speed akhirnya kami kembali kepada mengemudi normal sampai tiba di daerah wangon kami kembali masuk PitStop untuk Rest n Relax tidak terasa waktu sudah menunjukan pukul 03.15 WIB
waduuuuh masiiih jauuuh
naah ini dia lagi enak enak tidur karpetnya diambil sama yang punya hahaha maaf ya 

sekitar pukul 05.00 WIB rombongan Bogor masuk PitStop juga akhirnya kami diskusi dan ngobrol jelas bencanda juga doong dan sekitar pukul  06.00 WIB kami kembali engine On dan disekitar Purworedjo kami sarapan judulnya sich warung nasi Bandung, masakannya enak pelayanannya ramah namun pas makan Buseeeet kami dipalaaaak ini mah yaaaa sudah,



setelah sarapan kami dihubungi oleh rekan kami yang suda lebih dulu sampai ke Yogya, apakah akan dibookingkan penginapan atau bagaimana, setelah diskusi dengan ketum kami setuju booking penginapan, lanjuuuuut gasssssss...begitu memasuki kota Yogyakarta kami kembali narsis dulu atuuh, padahal di sebelah lagi dilakukan razia dari kepolisian polda Jateng

akhirnya kami juga Yogyakarta.....selamat datang ... kami ditemui oleh tim penjemput di area pom Bensin, namun sesuatu hal maka rombongan tidak bisa berlama lama dan melanjutkan perjalanan naaah #075, masuk toilet dan ketika keluar rombongan sudah pada jalan #075 di tunguin ketum saja yaa sudah kami lanjut...dan mulailah ada sedikit trouble dimana alat komunikasi terganggu ( HT ) akhirnya sesuai perintah ketum lurus  saja setiap ada perempatan dan pertigan yaaaa jelas dong kami berdua nyasar kacau, ok kita nikmati keNyasaran ini kami pergunakan untuk wisata keliling kota Yogyakarta, menikmati kopi tubruk yogya


setelah foto kami update di group media sosial, akhirnya tim penjemput datang namun tim penjemput pribadi artinya dari internal Club kami HSFCB yang kebetulan sedang melaksanakan KKN di kota yogya ini, setelah santai ngobrol dan ngopi kami akhirnya menuju penginapan, makan, mandi lanjuut ke Event Utama JAMBORE NASIONAL HONDA STREETFIRE

event ini sungguh luar biasa dasyat, dimana banyak sekali event mulai Freestyle, ladyswash, adu panco, dll dan yang paling bikin kami salut walu acara biker namun tidak melupakan akar budaya bangsa, O iya di event ini di JAMNAS SttreetFire ini  #064 meraih juara II PlankNarrow seIndonesia dan #075 Juara I Panco SeIndonesia  kelas 85+ Kg hahaha mantap HSFCB
dan bukan hanya itu saja dalam event ini di selingi juga sebuah seminar dan forum diskusi mengenai ASFI, yang langsung di pimpin oleh president ASFI kang Andi Bedog, saluuuut kang

tanpa terasa waktu sudah masuk Magrib setelah sholat event kembali berlangsung, dan masih banyak waktu luang maka kami manfaatkan waktu ini untuk jalan jalan diseputaran Yogyakarta yess hunting bakpia, hunting Batik, hanting kuliner khas yogya dan nongkrong di seputaran Malioboro,

 tidak terasa waktu di yogya sudah menunjukan pukul 22.00 WIB dan kami dengan di Guide oleh kang Asep menuju pabrik Bakpia dan OMG beberapa kali kami salah jalan lagi hahah kang asep kang asep mungkin sudah lelah ?? tapi alhamdulillah toko yang kami cari dapat juga kami temui mariii kita shoping bakpia, lanjut nongkrong di tengah kota dan keramaian Yogyakarta yang nyaman dan indah setelah puas kami berwisata kami hendak kembali ke penginapan namun ada penolakan dari #076 ah kang abdi moal waka uih bade ameng duit can beak ( ah kang saya ga akan pulang dulu uang belum habis) dengan mimik muka polos leumpeung dan langsung nyebrang meninggalkan kami yang bengong yang belum sempat memberikan jawaban ! dasar eta budak pek lah kitu ulin sing wareug (dasar tu anak sok sana main sampai puas )

akhirnya sebagian kembali ke Penginapan, sebagian masih kelayapan dan sebagian kembali menuju Event karena masih ada beberapa hal yang perlu didiskusikan


Minggu 1 Februari 2015
setelah makan, mandi kami prepare untuk Balik Bandung, namun ada trouble kuda besi rekan kami mengalami kendala, dan setelah berdiskusi akhirnya diputuskan, ada dua rombongan dan rombongan besar / rombongan utama berangkat lebih dulu dan sekitar 5 kuda besi berangkat belakangan mendampingi rekan kami yang trouble,,
 Ooo iya saat kami Otw pulang ada senior juga yang ikut dalam rombongan kami "Kang BOYAN" dari StreetFire Sukabumi
rute yang akan kami lalui sama seperti rute yang kami pergunakan saat berangkat, kami Engine On sekitar pukul 10.00 WIB, dan Pitstop pertama di daerah WATES untuk sarapan yang kedua kalinya sumpah aneh mendadak lapaar lagi dan hal tersebut juga ternyata dirasakan oleh #063

rest dirasa cukup kami kembali Engine On setelah menempuh perjalanan yang lumayan extrim dimana cuaca sangat menyengat panasnya kurang sekitar didaerah RAWALO satu kudabesi mengalami trouble "jebol Fan Radiator"


 jelas dong tim divisi mecanikal memainkan peranya setelah diakalin sementara motor bisa berjalan, sambil kami mencari tempat yang nyaman untuk rest dan masuk pitsop untuk bongkar, kami kembali paksakan jalan dan akhirnya sampai juga di WANGON tempat rest yang sangat recomended dimana tersedia banyak kamar mandi, casan, dan minimarket yg lengkap dan harga yg kompetetif


kami rest cukup lumayan lama kurang lebih 2 jam, setelah motor selesai dibongkar dan selesai yang lainnya kami kembali melanjutkan perjalanan menuju Bandung, dan kami masuk lagi ke Majenang Island ya kembali gass poll kembali Cornering seperti biasa Poll position #064, second position #075 dan The Therd #063, namun #064 melesat akhirnya terjadi perebutan posissi yang seru di #075 dan #063 dimana keduanya saling salip dan saat ada kesempatan #063 dapat melewati #075 di sebuah tikungan ke kiri namun kemudian ditikungan kekanan kembali #063 dapat dilewati oleh #075 dan begitu memasuki tikungan kekiri yang kedua #075 melebar hingga memakan setengah jalan dan ternyata #063 pun mengalami hal yang sama dan jarak roda belakang #075 dan roda depan #063 kurang lebih 30cm OMG, hahaha mantaaaaap ( teuing tah #064 mah ngabret weee)

 setelah masuk kota Ciamis hujan turun sangat deras sekali dan kembali kami masuk pitsto di sekitar pom bensin dan tukang sate, setelah rest sebentar kang Boyan melanjutkan perjalan solo ridding menuju GHSC garut, begitupun dengan #064 yang solo Ridding menuju ciawi, kami menunggu hujan reda samapi 1,5jam dan setelah reda maka kami prepare, karena merasa hujan sudah reda maka #001 dan #075 tidak mengunakan jas hujan lanjuuut hajaar namun baru berjalan 1km hujan kembali turun dengan derasnya, ya sudaaah basah kutup kita dan berharap hujan tidak lama, masih dalam suasana hujan besar RC #001 diikuti #075 begitu memasuki jalan turunan dan kubangan air dari aral berlawanan datang bus denngan santai bablass yaaa tersiram sudah kami berdua basahkuyup like a keuyeup.. dan ternyata alhamdulilah hujan tamat samapi bandung tidak berhenti, begitu sampai di Cibiru sebagai TIKUM terakhir.  dan cek peserta alhamdulillah kami lengkap dan lancar, selamat kembali ke rumah dan selamat beristirahat manteman, see U in next touring

Terimakasih Bradah, Terimakasih Streetfire, terimakasih HSFCB, terimakasih ASFI, terimakasih HONDA