Sabtu, 28 Desember 2013

Pengaruh Efesiensi terhadap biaya



Foto sumbeer Google

situasi dan keadaan perekonomian negara saat ini yang semakin tertekan dengan persaingan pasar global dimana dampaknya sudah kita rasakan bersama dengan adanya penurunan permintaan pasar terhadap produk kita yang mengakibatkan adanya penurunan kapasitas produksi yang pada akhirnya perusahaan beroperasi dalam keadaan tidak efisien.

Disisi lain perusahaan sangat sulit sekali menaikkan harga jual dipasar (apapun bentuknya) karena produk produk sejenis atau pesaing memasang harga lebih rendah dari harga jual kita, situasi ini memberikan dampak langsung terhadap kinerja perusahaan secara keseluruhan yang pada akhirnya berdampak terhadap kinerja keuangan perusahaan.

Banyak variable yang dapat mempengaruhi produk kita sangat berat bersaing dipasar salah satunya adalah harga jual, Seperti kita ketahui bersama bahwa variabel yang sangat dominan dalam menentukan harga adalah unsur biaya, beberapa cara untuk menekan biaya diantaranya dengan cara “Efisiensi Biaya” Mari kita sedikit share

untuk meningkatkan” Kesadaran Efisiensi” kepada element dari berbagai jabatan dan bagian, Diharapkan dapat meningkatkan pemahaman arti pentingnya efisiensi diperusahaan sehingga dapat diterapkan dan diimplementasikan terutama dibagian atau departement karena dengan efisiensi kita bisa menekan “Harga Pokok Produksi“ dan “Harga Pokok Penjualan” agar kita tetap bisa bersaing dan perusahaan tetap sehat.

# Sadarkah saudara/i bahwa saudara/i adalah unsur biaya dan saudara/i juga menentukan besar kecilnya biaya ? #

Dalam kegiatan perusahaan / unit usah terdapat dua kelompok biaya :
1. Biaya produksi
2. Biaya non produksi

1. Biaya produksi adalah biaya-biaya yang dikeluarkan dalam mengelola bahan baku dan bahan bantu menjadi produk jadi, atau biasa disebut “Harga Pokok Produksi“ yaitu harga pokok dari suatu barang dan jasa yang dihasilkan dalam proses produksi. dalam hubungannya dengan produk, biaya dapat digolongkan menjadi dua golongan yaitu:

a) Biaya langsung
b) Biaya tidak langsung

a. Biaya langsung adalah biaya yang dikeluarkan langsung berhubungan dengan produk, sifat dari biaya langsung adalah biaya yang dkeluarkan karena adanya sesuatu yang dibiayai, seperti biaya bahan baku, bahan bantu dan tenaga kerja langsung.
b. Biaya tidak langsung adalah biaya yang dikeluarkan tidak secara langsung berhubungan dengan produk. Sangat sulit sekali untuk mengidentifikasi biaya ini karena bergantung dengan kebijakan akuntansi biaya dari masing-masing perusahaan/unit usaha

Dalam implementasinya biaya produksi dapat di kelompokkan menjadi dua bagian yang sangat penting yaitu: 
I. Biaya tidak tetap (Variabel Cost)
II.Biaya Tetap (Fixed Cost)

Biaya tidak tetap (Variable Cost) adalah biaya yang dikeluarkan bergantung pada volume produksi, semakin besar volume dan produk yang dihasilkan semakin besar biaya variable yang dikeluarkan. Contoh dari variable cost yaitu biaya bahan baku dan bahan bantu langsung.

Biaya tetap (Fixed Cost) adalah biaya yang dikeluarkan bersifat tetap tidak terpengaruh dengan volume produksi, contoh biaya ini adalah penyusutan, biaya gaji, upah , jamsostek/BPJS, askes, dll. # dari mulai level terendah sampai tertinggi harus betul-betul memperhatikan kedua jenis biaya ini karena biaya-biaya ini sangat menentukan besar kecilnya harga pokok produksi sebuah produk #

Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi harga pokok produksi adalah :
1. Pemakaian bahan baku dan bahan bantu.
2. Harga bahan Baku dan Bahan Bantu
3. Tingkat reject
4. Kapasitas produksi
5. Pemakaian tenaga keja (langsung dan tidak langsung)
6. Overhead perusahaan / bisnis unit
7. Tingkat persediaan.

Jadi dapat disimpulkan bahwa biaya produksi adalah biaya –biaya yang mempengaruhi besar kecilnya “Harga Pokok Produksi” yang pada akhirnya akan mempengaruhi laba/ ( Rugi ) perusahaan.

2. Biaya non produksi adalah biaya-biaya yang dikeluarkan untuk kegiatan non produksi, seperti biaya penjualan , pemasaran dan biaya administrasi & umum. Jenis biaya ini tidak mempengaruhi “Harga Pokok Produksi” tetapi mempengaruhi “Harga Pokok Penjualan“ yang pada akhirnya akan mempengaruhi laba / rugi perusahaan.

Demikian sedikit share dalam hal efesiensi biaya, semoga buat para blogger yang merintis dan berbisnis dapat meminimalisir pengeluaran dan dapat menghasilkan yang maksimal

1 komentar :